Triwulan III 2022, Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Capai 5,39 Persen

oleh
Komoditas Batubara asal Kaltara Sedang Dikirim Melalui Perairan.

Kalimantan Utara, Borneo24.com Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara berada di papan tengah secara nasional. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan III 2022 sebesar 5,39 persen. Berada di peringkat 18 dari 34 provinsi atau satu tingkat di bawah Jawa Timur sebesar 5,58 persen.

Secara regional di Pulau Kalimantan, Kaltara tidak lagi berada di posisi puncak seperti tahun tahun sebelumnya.

Pada triwulan III 2022, Kaltara hanya mampu bercokol di urutan ke-4, berada satu tingkat di bawah Kalimantan Selatan sebesar 5,59 persen.

Mayoritas sektor lapangan usaha di Kaltara catatkan pertumbuhan positif sepanjang Bulan Juli sampai September 2022.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi ditempati oleh sektor penyedia akomodasi dan makan minum sebesar 12,48 persen. Diikuti sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,36 persen dan sektor transportasi serta pergudangan sebesar 11,87 persen.

Adapun, sektor yang masih mengalami pertumbuhan negatif adalah lapangan usaha konstruksi. Sektor ini belum mampu pulih dan masih terkontraksi 3,33 persen pada triwulan III 2022.

Berdasarkan kabupaten dan kota, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 5,56 persen. Diikuti Kabupaten Nunukan 5,27 persen, Kabupaten Bulungan sebesar 5,23 persen, Kabupaten Malinau sebesar 5,16 persen dan Kabupaten Tana Tidung sebesar 4,45 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Tedy Arief Budiman dalam Laporan Perekonomian Provinsi Agustus 2022 mengatakan, perekonomian Kaltara diperkirakan tumbuh dalam rentang 4,46 sampai 5,26 persen pada tahun 2022 secara year on year, atau jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja beberapa sektor utama utama seperti pertambangan dan perdagangan, diperkirakan akan memacu akselerasi kinerja investasi, ekspor dan konsumsi Rumah Tangga (RT).

Kedua sektor utama tersebut diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun ini.

“Lapangan usaha pertambangan masih akan menjadi tumpuan pemulihan ekonomi Kaltara sepanjang tahun 2022. Ini seiring dengan membaiknya harga komoditas batubara berdasarkan konsensus World Bank,” kata Tedy.

Lanjut dia, harga batubara acuan masih dalam trend bullish atau pergerakan harga positif secara berkelanjutan. Dimana telah menyentuh angka psikologis USD321,6/mt pada Bulan Agustus 2022.

Disamping itu, membaiknya prospek perekonomian mitra dagang utama seperti India, Korea Selatan, dan Tiongkok, turut diperkirakan meningkatkan permintaan batubara dari Kaltara. 

“Potensi kenaikan permintaan batu bara juga muncul dari kawasan Eropa eropa yang terdampak oleh ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina,” jelasnya.

Adapun, sektor perdagangan turut diyakini meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Kemudian ekspor komoditas utama seperti batubara, CPO, udang dan plywood, diperkirakan akan membaik sejalan dengan meningkatnya permintaan dari Jepang dan AS. 

“Kondisi ini juga didukung dengan tren supercycle (kenaikan terus-menerus) harga komoditas utama Kaltara, yakni batubara, serta berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk dapat menjaga ekpektasi dan daya beli masyarakat,” paparnya.

Bank Indonesia pun meramal konstruksi bisa berpotensi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara. Yakni seiring berlanjutnya pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning, PLTA Sei Kayan beserta beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) lain di Kaltara.

Dari sisi pengeluaran, pemulihan ekonomi diperkirakan bisa meningkatkan konsumsi rumah tangga yang sejalan dengan meningkatnya konsumsi pemerintah.

Hal ini didorong oleh berlanjutnya penyaluran anggaran belanja pemerintah, terutama belanja modal, untuk proyek-proyek pemerintah. 

“Selain itu, berlanjutnya stimulus fiskal berupa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk penyaluran bansos, diyakini mampu meningkatkan konsumsi masyarakat pada periode mendatang,” ujarnya.

Di tengah berlanjutnya proses vaksinasi, festive moment berupa HBKN Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri pada pertengahan tahun serta perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltara, termasuk pelaksanaan festival budaya Iraw Kaltara serta Natal dan tahun baru pada akhir tahun, diyakini dapat mengakselerasi konsumsi masyarakat.

Selain membaiknya perekonomian domestik, ekspor disebut menjadi kunci utama perbaikan perekonomian Kaltara.

Membaiknya kondisi perekonomian global diprediksi akan menjadi faktor kunci peningkatan kinerja perekonomian Kaltara pada tahun 2022. 

“Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2022 diyakini akan tetap tumbuh positif meski dalam fase perlambatan,” imbuhnya.

Namun demikian, berlanjutnya ketegangan global antara Rusia dan Ukraina serta scarring effect pasca penurunan kasus aktif Covid-19 di berbagai negara, membuat IMF dan World Bank menurunkan proyeksi perekonomian di hampir seluruh negara pada tahun 2022.

Beberapa negara mitra dagang utama Kaltara seperti Tiongkok, India dan Jepang diperkirakan tumbuh 3,3 persen, 7,4 persen dan 1,7 persen. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.