6 Tari Tradisional Kalimantan Timur, dari Tari Datun Ngentau hingga Tari Punan Letto

oleh
Tari Tradisional Kalimantan Timur.

Kalimantan Timur, Borneo24.comIndonesia memiliki ragam budaya dari berbagai daerah yang menjadi salah satu kekayaan bangsa. Setiap daerah memiliki ciri khas budaya masing-masing, tak terkecuali di Kalimantan Timur.

Seperti diketahui, Kalimantan Timur adalah provinsi yang istimewa karena menjadi tempat dibangunnya Ibu kota baru Indonesia, Nusantara.

Selain itu Kalimantan Timur memiliki berbagai hasil budaya yang khas mulai dari rumah adat, pakaian adat, hingga tari tradisional.

Berikut ini adalah beberapa tari tradisional dari Kalimantan Timur yang berkembang dari zaman dulu dan masih dilestarikan hingga saat ini.

1. Tari Datun Ngentau

Tari Datun Ngentau adalah tarian adat yang dimiliki Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Dilansir dari laman rri.co.id, nama tari Datun Ngentau berasal dari bahasa Dayak Kenyah, yang berarti tarian yang dilakukan dengan nyanyian.

Masyarakat Dayak Kenyah selalu menghadirkan tari Datun Ngentau dalam upacara Mecaq Undat. Fungsi tari Datun Ngentau adalah sebagai media ungkapan syukur yang atas hasil panen padi yang diperoleh.

2. Tari Hudoq

Tari Hudoq merupakan salah satu tari tradisional suku Dayak Modang yang memiliki nilai estetis dan kental dengan nuansa mistis. Dilansir dari laman Kemendikbud, Tarian ini bersifat sakral dan erat dengan ritual untuk tetap menjaga jalinan hubungan antara Halaeng Heboung dan Selo Sen.

Para penari Hudoq akan menggunakan topeng kayu dan tubuhnya akan ditutupi dengan daun pisang, daun kelapa, atau daun pinang. Tari Hudoq terkait dengan permohonan seperti hasil panen yang maksimal, peningkatan kesejahteraan, suasana damai, tentram dan harmonis antara manusia dengan alam.

Khusus bagi para petani, tari aHudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan kesuburan dengan hasil panen melimpah.

3. Tari Ganjur

Tari Ganjur atau Kanjar Ganjur lekat dengan erat dengan budaya yang berkembang di Kutai Kartanegara. Dilansir dari laman Kemendikbud, Tari Ganjur termasuk dalam tari istana dan menjadi simbol kekuasaan sultan karena hanya dihadirkan dalam upacara-upacara tertentu dan bersifat tertutup.

Tari Ganjur merupakan kesenian yang berbentuk ritual dalam sebuah upacara adat yaitu Upacara Erau yang merupakan rangkaian dari acara Bepelas Sultan.

Penari dan pemusiknya tidak sembarangan orang, yaitu khusus ditampilkan oleh laki-laki dari keturunan atau kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

4. Tari Gong

Tari Gong yang juga dikenal sebagai Tari Kancet Ledo adalah salah satu tari tradisional suku Dayak di Kalimantan Timur. Dilansir dari laman Kompas.com,tari Gong merupakan tari tunggal yang ditarikan oleh seorang gadis dengan memakai pakaian adat suku Dayak Kenyah dengan hiasan bulu burung Enggang di kepala.

Seperti namanya, tarian ini menggunakan iringan gong dan bertujuan sebagai tarian penyambutan bagi tamu agung. Instrumen pengiring tari Gong akan memainkan irama musik Sapeq Daak Tubun Situn.

5. Tari Jepen

Tari Jepen merupakan tarian tradisional dari Kutai yang syarat dengan pengaruh budaya Melayu dan Islam. Dilansir dari laman Kompas, tarian ini merupakan tarian pergaulan yang bisa dibawakan secara tunggal maupun berpasangan.

Iringan tari Jepen menggunakan alat musik tradisional khas Kutai yang bernama tingkilan. Tari Jepen sering ditampilkan dalam berbagai acara kebudayaan, seperti pernikahan, peyambutan tamu atau lainnya.

6. Tari Punan Letto

Letto Tari Punan Letto adalah tari tradisional suku dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Nama tarian ini berasal dari kata ‘punan’ yang berarti merebut, dan ‘letto’ yang berarti gadis.

Tarian ini menceritakan kisah pemuda yang memperebutkan seorang gadis dan mempertahankannya dengan gagah berani. Tari Punan Letto memperlihatkan sikap suku Dayak Kenyah yang dengan gigih mempertahankan miliknya apapun bentuknya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.