Menteri Pertanian Lakukan Upaya Penstabilan Harga Daging Ayam

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta,Borneo24-Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Menteri Pertanian mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan stabilisasi harga daging ayam yang kini sedang anjlok di pasaran.

Ia akan menggandeng mitranya untuk menyelamatkan harga daging ayam, satu diantaranya melalui pembelian dengan harga yang disepakati.

Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja (Raker) virtual terkait Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran untuk Memenuhi Ketersediaan Pangan sebagai Tindak Lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020.

“Kami akan membeli daging ayam yang harganya anjlok ini dengan harga yang kita sepakati dengan mitra kerja sama kita, sehingga ada kestabilan harga di lapangan,” ujar SYL, dalam raker yang digelar Kamis (16/4/2020).

Menurutnya,harga daging ayam saat ini sudah mulai stabil.Pihaknya pun akan terus memantau pergerakan harga komoditas satu ini.

“Terkait harga daging ayam hari ini sudah mulai membaik, tapi memang belum pada posisi yang cukup, tapi kami akan terus menopang ini,” kata SYL.

Dilansir dari TribunNews,Upaya yang dilakukan Kementan untuk menstabilkan harga daging ayam di produsen, dibagi menjadi 3 tahapan, yakni jangka pendek mulai 5 hingga 12 April, lalu jangka menengah dan jangka panjang.

Untuk langkah jangka pendek, satu diantaranya adalah Kementan menginstruksikan Satgas Pangan agar mengawasi dan menindak para pelaku serta broker yang melanggar harga acuan pemerintah sesuai Permendag Nomor 7 Tahun 2020.

Lalu untuk upaya jangka menengah, satu diantaranya yakni Kementan mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian dengan tembusan Kementerian Perdagangan untuk dibahas dan diputuskan terkait penyerapan produksi peternak mandiri melalui BUMN, dengan perkiraan rincian volume dan biaya yang dibutuhkan dan teknis pelaksanaannya.

Kemudian yang terakhir adalah upaya jangka panjang yakni menyusun blue print neraca kebutuhan dan produksi daging ayam (berdasarkan hasil survei) secara nasional berbasis kabupaten/kota.Serta penguatan kelembagaan peternak UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik.(***)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.