Pasarkan Pakaian Bekas Impor, Penjual Terancam Pidana

oleh
Salah satu petugas Bea Cukai Palangka Raya tengah memeriksa paket kiriman berupa pakaian bekas eks impor.

Palangka Raya, Borneo24.com Pasarkan pakaian bekas impor, penjual bisa dikenai pidana. Dalam hal ini, Bea Cukai Palangka Raya menyoroti maraknya penjualan pakaian bekas tersebut.

Selain itu, berbahaya juga bagi kesehatan untuk pembeli. Hal ini terkait dengan Undang-Undang Nomor 8 ayat 2 tentang Perlindungan Konsumen dan aturan lainnya.

Plh Kepala Bea Cukai Palangka Raya, Firman Yusuf, mengatakan, maraknya penjualan pakaian bekas impor ilegal patut menjadi perhatian seluruh pihak. Sejumlah pelanggaran pun terjadi terkait hal ini, seperti undang-undang kepabeanan, perdagangan dan perlindungan konsumen.

“Pakaian bekas impor ilegal ini masuk melalui jalur-jalur tikus. Tidak ada pakaian bekas yang legal untuk diperjualbelikan,” katanya, Rabu 3 Agustus 2022.

Menurutnya, empat dampak negatif akibat penjualan bebas pakaian bekas tersebut, yakni mengenai resiko kesehatan. Pembeli tidak tahu pakaian bekas tersebut mengandung bakteri dan kuman yang dapat beresiko pada kesehatan.

Dari segi ekonomi penjualan pakaian bekas ilegal merugikan pelaku UMKM yang legal. Hal ini diperparah dengan potensi penerimaan negara yang tidak bisa dipungut dan tidak mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pakaian bekas eks impor ilegal sebenarnya adalah limbah bagi pihak luar negeri. Namun malah diperjualbelikan. Dampaknya dapat kerusakan perdagangan dalam negeri

“Pelaku penjual pakaian bekas eks impor ilegal dapat dipidanakan dengan masuk di UU Kepabeanan dan Perlindungan Konsumen,” tegasnya. (***).

No More Posts Available.

No more pages to load.