382 Rumah Tidak Layak Huni Dapat Bantuan

oleh

Lamandau, Borneo24.com – sebagai upaya untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni dan kekurangan rumah, maka tahun 2020 ini melaksanakan 3 kegiatan. Yakni yang pertama adalah Bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang bersumber dari APBN sebanyak 250 rumah.

“kedua bantuan rumah swadaya di pemukiman kumuh dari Dana DAK untuk 92 rumah dan bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni yang bersumber dari APBD kabupaten Lamandau untuk 40 rumah,” beber Kadis PUPR, Ir Ray.

BSPS sendiri telah dilaksanakan di kabupaten Lamandau sejak tahun 2018 lalu, Besar bantuan yang diterima adalah sebesar Rp 17,5 juta, yang terdiri atas Rp 15 juta untuk pembelian material dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Kemudian dana DAK yang difokuskan pada kawasan pemukiman kumuh nilainya sebesar Rp 18. 093.000. Terdiri atas Rp 15. 593.000 untuk pembelian material dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

“dan keseriusan pemerintah untuk mengurangi jumlah Rumah tidak layak huni juga telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Dimana program ini tersebar di 8 kecamatan,satu desa per kecamatan dan tiap desa ditargetkan 5 unit rumah yang dibantu, nilainya Rp 25 juta per rumah,” tuturnya.

Sementara itu, wakil Bupati Lamandau saat membuka kegiatan sosialisasi di dinas PUPR kemarin memebeberkan bahwa program ini dilakukan dengan skema Padat Karya tunai yang bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.

” ini merupakan bantuan pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, guna meningkatkan keswadayaan dalam membangun rumah beserta sarana dan prasarana serta fasilitas umum serta bentuk perhatian pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan rumah sekaligus mengurangi angka pengangguran di daerah-daerah,” ucapnya.

Para penerima bantuan diharapkan memiliki rumah yang lebih layak sehat dan nyaman, Dan agar kegiatan ini berlanjut diharapkan kepada Camat kepala desa dan Lurah yang belum mendapatkan bantuan agar segera mendata warganya yang masih menempati rumah tidak layak huni dan menyampaikan usulannya ke dinas PUPR.

“dari total 3 kegiatan ini saja, tahun ini ada 382 unit rumah yang akan ditangani, jumlah ini tentu terlihat relatif masih kecil jika dilihat dari jumlah RTLH di Lamandau yang telah terdata hingga saat ini mencapai 1.761 unit,” ungkapnya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.