Warga Sematu Jaya Dapat Bantuan Bibit Pertanian

oleh
Bupati Lamandau Hendra Lesmana Menyerahkan Bibit Pohon Buah Manggis Kepada Salah Satu Anggota Kelompok Tani Desa Bina Bhakti.

Lamandau, Borneo24.com Bupati Lamandau Hendra Lesmana menyerahkan bantuan bibit tanaman buah manggis dan sarana produksi padi sawah di Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan itu sengaja digelar Bupati Hendra untuk memastikan bantuan pemerintah yang disalurkan sampai kepada petani penerima manfaat sesuai usulan desa dan CPCL (Calon Penerima dan Calon Lokasi) sehingga mampu meningkatkan produksi.

“Desa Bina Bhakti merupakan satu satunya desa yang menjadi sentra buah manggis, sehingga kegiatan tersebut selaras dengan Program ‘kampung buah’ yang digagas Pemkab Lamandau,” sebut Bupati.

Dari data yang diperoleh, luas area sawah yang mendapat fasilitas bantuan seluas 169 hektare dan total benih sawah sebanyak 4.225 kilogram. Khusus untuk Kecamatan Sematu Jaya, diserahkan bantuan seluas 25 hektare dengan benih sebanyak 625 kilogram.

Dengan pertambahan penduduk sekitar 3,65% setiap tahunnya, Bupati menyampaikan jika pemerintah daerah berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan agar selalu tercukupi, maka untuk itu dinilai penting untuk memiliki sumber pangan/makanan di tanah wilayah sendiri.

“Saya mengapresiasi warga Desa Bina Bhakti yang memiliki ide dalam memberdayakan pekarangan warganya dengan tanaman produktif, salah satunya buah manggis ini,” ucap Bupati Hendra.

Dikatakan Bupati, meskipun tanaman sawit menjadi salah satu sumber pendapatan utama, namun potensi pekarangan dan lahan basah juga dapat menambah penghasilan bagi warga desa di luar pekerjaan utama yang telah dilakukan.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 800 batang bibit manggis diserahkan kepada kelompok tani Makmur Jaya, Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya.

Sementara, sejumlah desa lain di Kecamatan Sematu Jaya memperoleh bantuan bibit padi hibrida sawah, mulai dari 25 Kilogram hingga 200 Kilogram, menyesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok tani yang ada. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.