Tenaga Kesehatan Mulai Terima Vaksin Booster Dosis Kedua

oleh
Salah satu tenaga kesehatan di Palangka Raya mendapatkan vaksina booster dosis kedua.

Palangka Raya, Borneo24.com Tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai disuntik vaksin penguat atau booster dosis kedua.

“Target hari ini ada 50 tenaga kesehatan di RSUD Kota Palangka Raya yang disuntik vaksin ‘booster’ dosis kedua,” kata Humas RSUD Kota Palangka Raya, Hendra Panguntaun di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan, pemberian vaksin penguat dosis kedua itu diberikan sesuai dengan jadwal tugas tenaga kesehatan. Setelah vaksin diberikan, nakes harus beristirahat total selama satu hari.

Oleh karenanya penyuntikan vaksin penguat dosis kedua untuk seluruh nakes di RSUD Palangka Raya akan berlangsung selama beberapa hari, namun dipastikan tidak mengganggu operasional dan pelayanan.

“Kami sekitar 320 tenaga kesehatan dan karyawan akan menerima dosis ‘booster’ kedua,” kata Hendra.

Dia menerangkan, pemberian vaksin penguat dosis kedua itu untuk meningkatkan perlindungan dan daya tahan tenaga kesehatan dari ancaman penyebaran COVID-19.

Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas dan berhadapan langsung dengan pasien, termasuk warga terjangkit COVID-19 harus mendapat perlindungan tambahan.

Sementara itu, berdasar data Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, sampai Jumat lalu tercatat 82.943 warga setempat telah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis penguat.

Kemudian, capaian vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama tercatat 263.289 orang dan dosis kedua tercatat 227.605 orang telah divaksinasi.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, mengajak warga di kota setempat turut menyukseskan program vaksinasi ketiga atau dosis penguat.

“Vaksinasi merupakan upaya paling efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19, atau minimal mengurangi risiko keparahan paparan virus corona. Untuk itu, warga yang telah masuk kriteria segera vaksinasi ‘booster’,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, pihaknya mencatat akumulasi warga terjangkit virus corona di kota setempat mencapai 18.150 orang yang mana 17.387 diantaranya dinyatakan sembuh.

Kemudian, dari seluruh kasus positif, 550 pasien COVID-19 meninggal dunia dan 213 pasien lainnya masih menjalani perawatan baik dengan melakukan isolasi mandiri atau pun dirawat di rumah sakit.

Meski saat ini pemerintah telah memberikan kelonggaran terkait aktivitas, masyarakat tetap diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi serta rajin berolahraga.

Selain itu, warga di “Kota Cantik” diajak kembali memperketat penerapan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.