Pengusaha “Kok” Bandel Bayar Retribusi

oleh

PULANG PISAU – Dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), retribusi Sarang Burung Walet di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, pihak Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berupaya memberikan pelayanan perizinan yang terbaik. Khususnya melakukan penagihan dari pemilik (pengusaha) sarang walet yang malas bayar retribusi.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala DPMPTSP Pulang Pisau Usis I Sangkai kepada Reporter Borneo24.com, bahwa tugas dan fungsi pihaknya adalah memberikan pelayanan yang baik dan tanggung jawab untuk meningkatkan PAD Kabupaten Pulang Pisau dari sumber retribusi daerah.

“Untuk usaha walet ini kita sudah melakukan pendataan, koordinasi dan membuat surat ke masyarakat untuk pemberitahuan, bahkan kita pun sudah menerbitkan surat ketetapan retribusi. Sebagian pemilik walet yang skala besar itu sudah membayar semua kewajibannya, hanya saja untuk yang skala kecil ini (masyarakat) ada yang belum membayar” beber Usis menjelaskan.

Pemilik usaha walet skala kecil ini rata-rata yang belum membayar itu, kata Usis, cukup banyak di Kecamatan Kahayan Kuala. Untuk retribusi yang belum dibayar itu, pihaknya akan membuat permohonan kepada Satpol PP dalam rangka melakukan pendekatan sesuai dengan kewenangan Satpol PP (Pamong Praja).

“Intinya kita sudah serahkan ke Satpol PP untuk menindaklanjuti, dalam rangka penagihan khusus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang bersumber dari Sarang Burung Walet” beber Usis menjelaskan.

Sambung Usis, pihaknya sangat memahami menerbitkan SKRD mau tidak mau pihaknya harus melakukan tugas dan fungsi sesuai kewenangan pihaknya, dengan menyurati langsung Satpol PP dalam hal penagihan bagi para pemilik usaha sarang walet yang belum memenuhi kewajibannya alias Bandel Bayar Retribusi.

“Kita memahami betul dampaknya kepada masyarakat itu jelas ada. Dan yang jelas kami sudah menyelesaikan tugas dan fungsi kami sesuai dengan kewenangan pada DPMPTSP Pulang Pisau” tandasnya.(RP/01)