Harapan Wamenha Terhadap Industri Pertahanan Indonesia

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta, Borneo24.com – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Klaster BUMN Industri Pertahanan (Indhan).

Menurut Herindra, penyelenggaraan FGD ini merupakan satu rangkaian proses penggabungan Industri Pertahanan (Indhan) dalam negeri dalam satu wadah dengan nama Indonesia Defence Club (IDC). Dalam sambutannya secara virtual, Wamenhan menyambut baik penyelenggaraan FGD, yang bertujuan menginventarisir aspirasi para pelaku industri pertahanan.

Dia berharap dapat mencapai target menjadi 50 perusahaan teratas dunia di bidang pertahanan pada tahun 2024.

Sedangkan untuk mendukung target tersebut lebih, lanjut Wamenhan, pemerintah telah mempersiapkan payung hukum sebagai landasan, yang mencakup Industri Pertahanan, Imbal Dagang Industri Pertahanan, Pembinaan Industri Pertahanan, Pengadaan Alat Pertahanan dan Keamanan di Lingkungan Kemhan dan TNI serta UU Cipta Kerja. “Semuanya harus saling besinergi antar stakeholders pertahanan dan BUMN Indhan, sehingga melalui moment ini diharapkan menjadi lokomotif kemandirian industri pertahanan,” tegas Herindra.

Selain Kemhan, FGD Indonesian Defence Club (IDC) yang mengangkat Tema “Kapabilitas dan Kapasitas BUMN Industri Pertahanan dalam Mendukung Pemenuhan Pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Nasional”, juga diikuti klaster Industeri Pertahanan dari Kementerian BUMN, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan,  Mabes TNI, serta Mabes Polri. Sedangkan materi yang dibahas pada FGD, berkisar pada Kebijakan dan Perencanaan Alpalhankam, Teknologi dan Riset & Inovasi serta Komitmen Industri Pertahanan dan Peningkatan Komponen Dalam Negeri (TKDN). (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.