Hingga November 2022, Pertamina Patra Niaga Salurkan Konversi LPG kepada 5.000 Nelayan dan 6.000 Petani

oleh

Jakarta, Borneo24.com Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia RI ingin memperluas manfaat penggunaan bahan bakar gas melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya lanjutan dari program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke liquefied petroleum gas (LPG) kepada nelayan dan petani.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 85.000 paket converter kit pada nelayan sejak 2016 hingga 2021.

“Untuk petani, kami sudah menyalurkan sekitar 14.000 paket converter kit,” ujar Tutuka dalam siaran pers yang diterima, Selasa (22/11/2022).

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Soeparwoto menjelaskan bahwa konversi BBM ke LPG akan menghemat penggunaan BBM sekaligus meningkatkan penggunaan energi bersih yang dapat mengurangi pencemaran.

“Berdasarkan laporan, satu tabung LPG 3 kilogram (kg) setara dengan 7 liter BBM. Ini jelas sangat menghemat. Dari sisi lingkungan, emisi (pada) gas juga lebih kecil. Penghematan sekecil apa pun harus dilakukan dan didukung agar nelayan dan petani lebih sejahtera,” tutur Sugeng.

Terkait penugasan penyaluran paket converter kit LPG kepada nelayan dan petani, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menuturkan bahwa pihaknya siap berkomitmen untuk meneruskan target tersebut hingga akhir 2022.

“Pertamina Patra Niaga mendapatkan amanah untuk menyelesaikan konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) bagi nelayan di 51 kota dan kabupaten serta bagi petani yang tersebar di 50 kota dan kabupaten,” kata Mars Ega

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga telah menuntaskan penyaluran program konversi LPG sebanyak 5.244 paket converter kit kepada nelayan dan 6.655 paket converter kit kepada petani hingga Minggu (20/11/2022).

Adapun untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan program One Village One Outlet (OVOO).

“Keberlanjutan program konversi sudah berjalan dengan baik. Kami memastikan stok LPG melalui OVOO. Saat ini, sekitar 95 persen kelurahan atau desa sudah dilayani setidaknya oleh satu outlet LPG.

Harapannya, program paket konversi ini dapat berkelanjutan serta terus memberikan manfaat besar bagi nelayan dan petani di Indonesia,” jelas Mars Ega. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.