Kominfo Ingatkan Pengelola Platform Digital Lindungi Data Pengguna

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta, Borneo24.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi untuk memastikan peningkatan upaya perlindungan data pribadi para pengguna.

Wanti-wanti itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi menyusul  dugaan kebocoran data pribadi 279 juta warga Indonesia.

“Meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlak,” tutur Dedy melalui keterangan tertulis, Kamis (20/5).

“Serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan,” imbuh dia lagi.

Namun begitu Dedy belum bisa menyimpulkan apakah kebocoran data secara masif itu betul terjadi seperti dugaan sebelumnya.

Hanya saja dia memastikan tim dari Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Kominfo langsung menelusuri dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

“Hingga malam ini pukul 20.00 WIB, tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga,” tutur Dedy.

Kesimpulan itu diambil, menurut Dedy, usai sejumlah pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar. Adapun penyelidikan kata dia masih akan dilakukan secara mendalam. Sementara perkembangan kelak juga akan disampaikan.

“Kementerian juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.”

Dedy pun mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati dan waspada dalam melindungi data pribadi. Beberapa upaya di antaranya dengan tidak membagikan data pribadi ke pihak yang tidak berkepentingan, memastikan syarat dan ketentuan layanan yang digunakan, serta mengganti password secara berkala.

“Secara berkala memperbarui password pada akun-akun elektronik yang dimiliki dan memastikan sistem keamanan perangkat yang digunakan selalu up to date,” imbuh Dedy.

Sebelumnya, 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021. Belum diketahui secara pasti dari mana data itu berasal dan bagaimana data itu diperoleh.

Data yang diunggah oleh akun bernama kotz itu berisi beberapa informasi, seperti KTP, alamat, nama, hingga foto pribadi. Akun itu juga memberikan 1 juta data sampel secara gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia.

Pemilik data menjual 279 juta data ini dengan harga 0,15 bitcoin atau setara Rp87 juta. (***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.