106 Siswa Kapuas Ikut Uji Kompetensi, Kejar Kelulusan Nilai Tertinggi.

oleh

KAPUAS – Sekitar 106 siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).Dari yang disampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Kapuas, Kadeni, SMP Negeri 2 Selat siap melaksanakan secara mandiri, karena tahun 2019 ini fasilitas sudah mencukupi.

Kadeni mengakui, ditahun 2018 lalu pihaknya melaksanakan UNBK. Namun masih meminjam fasilitas di SMAN 2 Selat.

“Tahun 2019 ini merupakan tahun kedua kita  melaksanakan UNBK secara mandiri, karena kelengkapan fasilitas komputer sudah mencukupi. Sebelumnya masih kerja sama dengan SMAN 2 Selat” kata Kadeni, Selasa(5/3/2019).

Ia menjelaskan,persiapan sudah dilakukan baik itu fasilitas sarana prasarana dan pelaksanaan try out pertama yang bekerja sama dengan pihak Erlangga dan Intan Pariwara. Pihak Erlangga dan Intan Pariwara menyediakan aplikasi dan soal. Namun hasil uji coba dari pihak Erlangga masih secara manual. Sedangkan dari penerbit buku Intan pariwara menggunakan computer, dan hasilnya cukup memuaskan.

“Pihak Erlangga masih manual, pihak sekolah yang memeriksa hasilnya, kalau intan pariwara kita tinggal menerima hasil lembaran jawaban siswa” ungkapnya Kadeni.

Karena itu, lanjut Kadeni, fasilitas komputer yang ada sekarang 40 unit ditambah dua server diperkirakan bisa digunakan 106 siswa pada saat pelaksanaan ujian nanti.

“Dengan estimasi satu ruang bisa menampung 36 siswa yang dibagi dalam tiga sesi bisa tercover semua” terang Kadeni.

Dia menambahkan, untuk sekolah sendiri, cukup panjang persiapan yang dilakukan dari kompetensi diantaranya setiap hari Jumat siswa diberikan soal 40 soal. nantinya dievaluasi dan berikan ranking. Dimana tiga kali pertemuan akan keluar hasil siapa yang mendapat ranking satu.

“Dari hasil tersebut kita kelompokan kembali anak dengan kemampuan tinggi akan diberikan soal sulit dan kemampuan sedang diberikan soal mudah dengan pengelompokan ranking 1 sampai 25 besar, di uji kembali siapa yang dapat nilai bagus” katanya. 

Dia berharap dengan adanya penerapan sistem ini dapat meghasilkan siswa berprestasi dengan nilai standar, karena dengan begini pihaknya dapat melihat kemampuan siswa.

“Maka itu kita menargetkan anak-anak kita nilainya paling tinggi di Kabupaten Kapuas, dengan estimasi 90 dengan predikat lulus 100 persen” pungkasnya. (RP/02)