Mahasiswa Sambas Demo Minta Penjual Satwa Dilindungi Dan Dibebaskan

oleh
Ilustrasi Gambar.

Kalimantan Barat, Borneo24.com – Sejumlah mahasiswa Kabupaten Sambas, yang tergabung dalam Analisasi Mahasiswa sambas, menggelar aksi di jalan kantor DPRD Kabupaten Sambas, Senin 1 Maret 2021.

Aksi itu dilakukan mereka sebagai wujud solidaritas terhadap kasus yang menimpa Jumardi (31) warga Dusun Tempakung, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas.

Dimana dia ditangkap oleh pihak penegak hukum karena tuduhan menangkap dan menjual burung bayan yang masuk sebagai salah satu satwa yang dilindungi.
Setelah penangkapan, Jumardi pun lansung dibawa ke Pontianak pada Kamis, (11/2) oleh Tim BKSDA.
Dia ditangkap, pada saat hendak melakuakan transaksi dengan konsumen di Tugu Limau, Kecamatan Tebas, yang ternyata bukan dari Konsumen tetapi Tim BKSDA Provinsi Kalimantan Barat.

Karenanya, Jumardi langsung dibawa ke Pontianak untuk dilaporkan dan menjalani pemeriksaan di Polda Kalbar.

Salah satu peserta Aksi, Muhammad Rifa’ie mengatakan aksi ini adalah aksi solidaritas dan meminta kepada pihak berwajib dan BKSDA melepaskan Jumardi.

“Aksi ini adalah guna meminta pembebasan secara penuh saudara Jumardi dari proses hukum akibat ketidaktahuan akan satwa yang di lindungi,” ungkapnya.

Di aksi itu, tampak puluhan mahasiswa hadir di depan kantor DPRD Kabupaten Sambas.

Sementara itu, dari pihak DPRD tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Solihin yang menyambut kedatangan mahasiswa. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.