Dinas Pertanian Balangan Berinisiatif Bangun Pasar Lelang Karet yang Lebih Layak

oleh
Ilustrasi Gambar

Kalimantan Selatan, Borneo24.com – Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, berencana akan memfasilitasi pasar lelang karet di Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong.

Hal ini menyusul peninjauan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rahmadi Ouen ke lokasi pasar.

Pasar lelang karet yang berlangsung setiap hari Senin sejak pukul 07.00 hingga 10.00 wita menjadi perhatian Dinas Pertanian.

Pasar ini pula sebagai contoh atau gambaran dari penghasilan petani karet di Kecamatan Halong, khususnya wilayah Gunung Riut dan sekitarnya.

Sebut Rahmadi, pihaknya berinisiatif untuk memfasilitasi pasar agar layak digunakan.

Dalam artian penempatan pun diolah sedemikian rupa.

Walau saat ini keberadaan pasar telah dimanfaatkan seadanya bagi masyarakat.

Pasalnya, pasar lelang karet seolah pasar dadakan.

Mereka hanya berhamparan di pinggir jalan Raya.

Lantas melihat itu, Dinas Pertanian Kabupaten Balangan pun berencana membangunkan pasar yang layak.

“Mungkin kami akan membantu membangun pasar lelang karet tradisional yang sementara ini masih berhamparan di pinggir jalan raya,” ucap Rahmadi dikutip Tribun Balangan, Minggu (7/2/2021).

“Pembangunan tempatnya nanti memang satu lokasi, artinya tidak mengubah kearifan lokal setempat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Rahmadi sekaligus meninjau harga karet di pasaran.

Setelah melakukan monitoring ke Halong, Rahmadi mendapatkan informasi perihal harga karet terbaru secara langsung.

Ungkapnya, untuk harga karet di pasar lelang tradisional lebih tinggi dibandingkan dengan petani menjual kepada pembeli di tempat lain.

Harga fluktuasi ada yang kriteria paling rendah dihargai Rp 10.300 per Kg, dan paling tinggi ada Rp 10.700 per Kg.

Tentunya, naik turunnya harga karet ucap Rahmadi tergantung dari Kadar Karet Kering (K3) yang ada.

Sehingga dapat menentukan kualitas karet tersebut.

Tak kalah menarik dan ia nilai unik adalah cara pembeli dalam menentukan harga karet.

Dimana pembeli menentukan harga melalui visual.

Dalam artian menggunakan penglihatan, dan kemudian ada sentuhan yaitu sentuhan dengan tangan, serta diinjak dengan kaki.

Dari situlah kualitas karet dapat diketahui dan diberikan harga tertentu setiap hasilnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.