Tahun 2022, Pemprov Kalsel akan Bangun Sekolah 5 Unit Baru

oleh
Gambar ilustrasi

Banjarbaru, Borneo24.com– Sejak tahun 2017 – 2021, Pemprov Kalsel telah mendirikan 12 unit sekolah baru tingkat SMA dan SMK. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf Efendi kepada Gatra.com di Banjarbaru Jumat (14/1) mengungkapkan, untuk tahun 2022 ini, Pemprov Kalsel kembali akan membangun 5 unit sekolah baru baik SMA, SMK dan SLB.

Yusuf menyampaikan, topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalsel terbagi empat kawasan yakni rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan. Kondisi ini tentu berdampak kepada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan. Namun, bukan berarti pemprov berdiam diri.

Terkait hal itu, beber Yusuf, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel agar menaruh perhatian besar pada pemerataan akses pendidikan di provinsi berjuluk ‘Bumi Lambung Mangkurat’ itu.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, pada tahun 2022, kembali dilanjutkan membangun 5 unit sekolah baru SMA, SMK dan SLB sehingga totalnya 17 unit. Di samping itu juga telah dibangun sebanyak 238 ruang kelas baru,” ujarnya.

Yusuf melanjutkan, terkait pemerataan mutu pendidikan, pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan. Yang terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian, yang antara lain dapat ditunjukkan seperti meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang agar meningkat kinerjanya.

Kemudian, lanjut Yusuf, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel serta juga meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 %.

Yusuf menyebut, kendati secara topografi dan geografis memberikan dampak adanya kesenjangan antar satuan pendidikan, tetapi dalam konteks pemerataan akses dan mutu pendidikan tidak menjadi persoalan.

Hal ini dapat dipahami bahwa sebagai hasil dari upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan serta upaya optimalisasi delapan standar pendidikan kepada seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB.

“Hal ini dapat dibuktikan bahwa angka melanjutkan ke perguruan tinggi terus menujukkan peningkatan, di samping didorong dengan adanya program beasiswa dan semakin merata antar satuan pendidikannya,” tandasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.