Daftar Calon KSAD Terbaru Gantikan Jendral Andika Perkasa

oleh
Wakil KSAD TNI Letjen Bakti Agus, Salah Satu Calon Gantikan Andika Perkasa

Jakarta, Borneo24.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI. Keputusan itu berdasarkan Surat Presiden yang dikirimkan kepada DPR, Rab. Pengumuman nama menantu mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono itu disampaikan langsung Ketua DPR RI Puan Maharani di Gedung Parlemen. Maka kursi Kasad saat ini masih kosong dan perlu ada pengganti Andika.

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi menyatakan sebagai pembina kemampuan dan kesiapsiagaan matra darat, Kasad nantinya harus memastikan aspek-aspeknya terjaga dengan baik. Terutama yang menyangkut integritas dan kapabilitas atau kompetensi prajurit, kesadaran dan kepatuhan pada hukum terutama bagi para personel yang bertugas di wilayah konflik, serta memberikan dukungan kuat bagi upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan terutama yang berbasis teknologi

Di tubuh TNI AD memang banyak jenderal bintang tiga yang mumpuni, baik yang bertugas di lingkungan TNI AD maupun di luar. Namun, sebagian besar sudah cukup senior dan menjelang pensiun. Maka, Khairul berpendapat, yang paling berpeluang sebagai kandidat pengganti Jenderal Andika adalah Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono. “Di atas kertas, nama Letjen Dudung memang diunggulkan dan dinilai sebagai jago istana. Tapi saya kira Letjen Eko Margiyono juga bukan tidak mungkin karena masa aktifnya lebih panjang hingga tahun 2025 dan dari segi kapabilitas sangat layak.

Keduanya juga memiliki kekayaan pengalaman tugas dan jabatan. Pernah memimpin pasukan, memimpin satuan teritorial, bertugas di lembaga pendidikan bahkan di lingkungan intelijen,” jelas dia. Pergantian Kasad juga harus mempertimbangkan proyeksi regenerasi kepemimpinan TNI. Karena siapapun yang menjabat, mestinya akan berpeluang juga menjadi Panglima TNI setelah Jenderal Andika. Sementara, Letjen Dudung kurang diuntungkan dari segi usia. Masa aktifnya akan berakhir pada November 2023, sama seperti Laksamana Yudo Margono, artinya, akan kecil kemungkinan untuk menguat di bursa Panglima.

Jika pengisian jabatan itu sekaligus mempertimbangkan regenerasi kepemimpinan TNI setelah Andika, selain dari jajaran bintang tiga, tidak tertutup juga peluang mempromosikan seorang perwira bintang dua dari generasi 90-an dalam waktu dekat untuk kemudian disiapkan sebagai Kasad. “Saya kira ada sejumlah perwira bintang dua dari generasi 90-an yang layak diorbitkan ke bintang tiga, atau bahkan bintang empat dalam waktu dekat,” imbuh Khairul.

Dari belasan nama, ada tiga jenderal bintang tiga yang menonjol secara jabatan. Mereka adalah Wakil KASAD Letjen TNI Bakti Agus Fadjari, Panglima Komando Cadangan Strategis AD (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman, dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Eko Margiyono.

Letjen TNI Bakti Agus Fadjari adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987. Bakti seangkatan dengan Jenderal Andika Perkasa. Ketika berpangkat Mayor Jenderal, Bakti pernah menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro.

Letjen TNI Dudung Abdurachman lulus dari Akmil tahun 1988. Dudung sempat merasakan jabatan sebagai Gubernur Akmil sebelum dilantik menjadi Pangdam Jaya. Namanya menjadi tenar setelah tegas dan berani memerintahkan pencopotan baliho Front Pembela Islam (FPI) di wilayah Jakarta.

Letjen TNI Eko Margiyono seangkatan dengan Dudung ketika masih menimba ilmu di kawah candradimuka Akmil. Eko sempat menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sebelum diangkat menjadi Pangkostrad.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.