Jarimu Harimaumu!! Tim Virtual Police Tindak Tegas Penyebar Hoax

oleh
Acara talk show TVRI bertajuk Anti Hoax, Selasa (22/6/2021).

Palangka Raya, Borneo24.com – Dampak perkembangan teknologi memungkinkan setiap orang menjadi menyebar informasi, kapanpun dan dimanapun.

Namun tak jarang, untuk kepentingan tertentu, sebuah informasi kelitu atau yang biasa disebut hoax marak bermunculan.

Lantas, bagaimana agar masyarakat terhindar dari konten-konten hoax, serta cara untuk mengenalinya. Untuk menjawab itu, Tim Virtual Police Polda Kalteng menggelar bincang-bincang bertajuk “Anti Hoax”, di acara talk show TVRI, Selasa (22/6/2021) Siang.

Talkshow itu mengundang Tim Virtual Police Polda Kalteng yang di narasumberi oleh Aiptu Shamsudin.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab dipanggil Cak Sam ini memberi imbauan agar kita terutamanya warganet dapat mencegah isu hoax menyebar luas dan tentunya tak menghisap kita ke dalam pusaran hoax itu sendiri.

“Untuk mencegah hoax harus saring sebelum sharing, kecepatan informasi, sosialisasi dan literasi digital,” kata Cak Sam.

Menurutnya, dampak hoax atau berita informasi keliru akan menimbulkan keresahan, kerusuhan, kecemasan, merugikan orang lain seperti dalam hal ekonomi, dan mengganggu stabilitas keamanan ketertiban masyarakat.

“Jarimu adalah harimaumu, jadi tetap bijak dalam bersosial media ya,” ungkapnya.

lanjutnya, penyebar hoax paling sering yang pernah di bina olehnya ialah kaum millenial. Mereka begitu rawan dibina karena keaktifannya dalam bermedia sosial, namun sayang pemanfaatan media sosial bisa menjadi bomerang tersendiri bagi kaum milenial. Tak jarang mereka mengunggah konten hoax, isu sarah bahkan pertikaian di media sosial.

“Yang kedua yakni ibu-ibu. Selain kaum milenial, para ibu-ibu juga tak jarang tidak melakukan saring sebelum sharing. Contoh yang mereka sebar dan belum tau cerita seperti berita adanya begal, ayam geprek berulat, informasi adanya buaya dan lain sebagainya.

Untuk menegaskan bahwa dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi harus bijak. Tim Virtual Police Humas Polda Kalteng siap menindak dan membenarkan informasi apapun di media sosial yang berbau hoax, isu sarah, dan hal-hal berbau negatif lainnya.

“Untuk itu, tak jarang tindakan yang dilakukan tim Virtual yaitu pembinaan, restorative justice dan meminta maaf,” tandasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.