LIPSUS – DMPTSP Terapkan Sistem OSS Mempermudah Dunia Usaha dan Investor

oleh

KAPUAS – Kamis, 21 Maret 2019, usia Kota Kuala Kapuas sudah menginjak 213 tahun dan hari ini juga menjadi hari ulang tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-68. Banyak prestasi membanggakan yang sudah ditorehkan oleh kabupaten ini. Meski begitu, Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S Bahat, dan Wakilnya Dr. H. Nafiah Ibnor, terus memacu pembangunan di segala bidang, terutama sektor investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP), Drs. Septedy mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan prima bagi investor maupun dunia usaha di Kabupaten Kapuas. Untuk itu, pihaknya mempermudah dengan menyiapkan program Online Signal Sistem (OSS).

Program ini telah diluncurkan pada tahun 2018 di Jakarta oleh Presiden Joko Widodo sebagai aplikasi yang membangun integrasi perizinan yang mempermudah dunia usaha.

Dimana semua perizinan akan dilayani dengan sistem online secara Nasional dibawah koordinasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat. Tentu program ini selaras dengan apa yang diharapkan Bupati Kapuas, Ben Brahim, semua perizinan dan penanaman modal harus terintegrasi, sehingga mempermudah investor untuk berinveatasi di Kabupaten Kapuas.

“Memang setiap sistem yang dibangun masih ada kekurangan dimana semua perizinan belum bisa secara online. Tetapi ada upaya untuk penyempurnaan dari Pemerintah Pusat untuk terus menyosialisasikan OSS ini baik ke Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten,” kata Septedy.

Dia mengakui, program OSS ini terus disosialisasikan melalui seminar dan pelatihan bagaimana mekanisme protokoler menggunakan sistem ini. Kedepan melalui OSS akan menarik minat investor untuk berinvestasi di Indonesia khususnya Kabupaten Kapuas.

“Tentu dengan pelayanan birokrasi yang mudah simpel melalui dunia digital, siapa saja bisa berinvestasi karena dapat dengan mudah mengakses melalui internet” harap Septedy.

Untuk itu, lanjut Dia, untuk mengakses perizinan secara online bisa dilakukan dengan cara browsing melalui Google klik OSS RI nanti akan muncul menu yang akan berselancar mengantar ke alamat tujuan untuk mengurus perizinan.

Nantinya sistem OSS ini, akan terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo. Dimana semua OPD ini akan terintegarasi mendukung program OSS ini.

“Untuk mendaftar melalui OSS ada menu perintah yang harus mengisi NIK, KTP, kalau pun tidak bisa akan dibantu oleh petugas, tetapi dengan syarat harus memiliki akun email, karena jawaban akan dibalas melalui email” ungkapnya.

Dia menambahkan, izin usaha sudah bisa dilihat secara online, tetapi belum terverifikasi, maka harus ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dilakukan verifikasi kembali, misalnya surat izin perdagangan. Namun masih tertulis belum berlaku efektif maka untuk berkas yang sudah lengkap dan bisa digunakan, akan ada tanda centang dari pihak DMPTSP.

“Saat ini ada pelayanan izin nol rupiah bagi dunia kesehatan terutama izin prakter dokter maupun perawat tidak dipungut biaya sepeser pun sesuai dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ” ujar Septedy.

Mantan Camat Dadahup ini mengakui, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat kenaikan secara signifikan dari 2017 hingga 2018, ada kenaikan 1000 persen penanaman modal.

Untuk 2017 penanaman modal Rp 106.346.000,000,00,- sedangkan tahun 2018 Rp 1,602.072.079,578,- dengan 40 izin. Terutama izin yang bergerak di dunia usaha. Saat ini izin pertambangan dan mineral bukan lagi kewajiban Kabupaten Kapuas, tetapi izin untuk perkebunan masih ada kaitan dengan Kabupaten Kapuas terutama izin kawasan dan galian C. (RP/02)