Proyek Tol Bawah Laut IKN Akan Jadi yang Terdalam di Dunia

oleh
Ilustrasi IKN.

Kalimantan Timur, Borneo24.com Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan Proyek Tol Bawah Laut di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), direncanakan akan menjadi yang terdalam di dunia.

Informasi tersebut disampaikan usai acara National Stakeholders Forum 2nd Announcement of 10th World Water Forum (WWF) di Jakarta, dilansir dari Laman Kementerian PUPR Sabtu (13/8/2022).

“Kami lihat di Korea (Selatan), di sana ada immersed tunnel, bukan terowongan di bawah laut ya, teknologinya beda. Kalau terowongan kan membuat lubang, kalau ini seperti dibuat di darat terus dicemplungin atau ditenggelamkan, dan terdalam di dunia,” tegas Basuki.

Kendati demikian, Basuki tak menyebutkan secara pasti berapa kedalaman dari proyek tol bawah laut di bakal ibu kota baru Indonesia tersebut.

Akan tetapi, proyek tersebut sudah ada feasibility study-nya (FS) atau studi kelayakannya, serta sedang proses desain.

Namun, Basuki menyebutkan bahwa panjang dari infrastruktur tersebut mencapai 1,5 kilometer. Basuki melanjutkan, proyek ini akan dibangun setelah pelelangan proyek jalan tol dari KM 11 Balikpapan-Samarinda ke arah Jembatan Pulau Balang.

Dari Jembatan Pulau Balang ke IKN, terdapat kawasan bekantan. Sehingga, perlu dilindungi dan dia berharap agar proyek tersebut tidak mengganggu lingkungan.

Sehingga, dia memperkirakan, tender (lelang) proyek tol bawah laut IKN bakal dilaksanakan tahun 2023 mendatang. Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melanjutkan perkuatan kerja sama dengan Korsel terkait pemindahan teknis dan pembangunan ibu kota yang berlokasi di Kaltim.

Perpanjangan ini diimplementasikan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di IKN. Basuki menjelaskan terkait bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan Korsel.

Ini dimulai dari pertukaran informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, pengiriman tenaga ahli, peningkatan kapasitas, proyek percontohan, dan bentuk kerja sama teknis lainnya. “Kami sangat berterimakasih atas kerja sama dan dukungan Pemerintah Korsel kepada Indonesia selama ini,” tutupnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.