Unit IV Subdit Indaksi Ditkrimsus Polda Kalteng Amankan Pelaku Penimbun Solar

oleh
Jajaran Dirkrimsus Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Berhasil Mengamankan Penimbunan Minyak jenis Bio Solar Yang Ada di Jalan Lintas Kalimantan Kelurahan Anjir Pulang Pisau.

Kapuas, Borneo24.com Jajaran Dirkrimsus Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil mengungkap kasus diduga penimbunan Minyak jenis Bio Solar yang ada di Jalan Lintas Kalimantan Kelurahan Anjir Pulang Pisau (Pulpis), Kahayan Hilir Kabupaten Pulpis.

Dirkrimsus Polda Kalteng melalui Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol K Eko Saputro, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangan kasus tentang diduga penimbunan minyak jenis bio solar, dengan tersangka Guak (49) Jalan Lintas Kalimantan Kelurahan Anjir kabupaten Pulpis.

“Benar dari kasus yang berhasil diungkap ini, kami mengamankan sebanyak 75 buah jerigen ukuran 35 liter berisi masing-masing bio solar subsidi sebanyak 33 liter, delapan buah drum ukuran 200 liter, berisi Bio solar 200 liter, satu unit truk dump DA 1619 AE beserta suratnya, serta beberapa barang bukti lainnya,”katanya, Jumat (13/5/2022).

Lanjutnya bahwa Dalam kegiatan pengawasan, khususnya penindakan atau upaya represif terhadap tindak pelanggaran atau tindak pidana dibidang energi dan sumber daya mineral, dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi.

“Yang bertujuan untuk pengelolaan sumber daya alami yakni Bahan Bakar Minyak supaya dapat diolah dan dinikmati untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan dalam hal ini Polda Kalteng berperan aktif, khususnya di wilayah hukum Polda Kalteng,”terangnya.

Setelah melakukan upaya-upaya penyelidikan sebelumnya, hingga pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022 sekitar pukul 18.00 WIB, tim unit tindak Subdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda Kalteng, melakukan tangkap tangan yang dilakukan tersangka yaitu minum minyak dan gas bumi yang berada di wilayah hukum Polda Kalteng tepatnya di Kabupaten Pulpis.

“Dari penyelidikan para tim unit subdit I Indaksi menemukan tersangka Guak menampung bbm jenis solar tersebut disekitar bangunan pada sebuah rumah. Dimana pada saat didapati banyaknya jumlah bbm yang ada, hingga 4000 liter lebih atau setara kurang lebih 4 ton dan diakui sudah beberapa lama ini telah diperjualbelikan kepada masyarakat.

Selanjutnya terlapor dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Polda Kalteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

Sementara itu akibat perbuatannya pelaku dikenakan dengan Pasal 55 Undang-Undang No.22 tahun2001, tentang minyak dan gas bumi yang telah dirubah ketentuannya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2020, tentang cipta kerja pada Bagian keempat Paragraf 5 Energi dan sumber daya mineral Pasal 40.“ Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,”tutupnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.