Abrasi Pantai Keraya, Rawan Putus Jalan Antardesa

oleh

Kotawaringin Barat – Pantai Desa Keraya menjadi salah satu objek wisata favorit warga Kotawaringin Barat. Namun kini objek wisata tadi dalam kondisi mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan akibat cuaca yang cukup buruk, menyebabkan sebagian daerah bibir pantai mengalami abrasi Selasa (26/2/2019).

Menurut Kepala Desa Keraya, Suharmalik, kerusakan paling parah terjadi dibibir pantai Rt 1 luasnya sekitar 1,3 km. Hal ini dikarena cuaca yang tidak menentu menyebabkan level air laut naik. Mengakibat terkikisnya jalan disekitar bibir pantai serta ada dua jembatan yang goyah, dikarena terkikisnya tanah pondasi jembatan tersebut gara-gara abrasi. Sambil menunggu bantuan dari pemerintah, masyarakat melakukan secara bergotong-royong membuat tanggul penahan sementara untuk menahan abrasi pantai.

“Kata Bupati dalam beberapa bulan yang akan datang pasti diberikan bantuan, yang pertama akan ditangani daerah disekitar bibir pantai kurang lebih sepanjang 300 meter, yang kedua dibagian lautnya akan ditangani juga” kata Suharmalik kepala desa Keraya.

Tetapi kami masih menunggu bantuan tersebut paling tidak sekitar bulan Juli, tahun 2019. Tahap penanggulangan pertama alokasi dananya dari Provinsi, dipakai untuk memperbaiki bibir pantai sepanjang 30 meter, kemudian bantuan dari APBD Kabupaten KOBAR alokasi dananya sekitar 25 meter dan bantuan dari BPBD hanya menyediakan material karung yang diisi dengan pasir dan serta ban bekas untuk penanggulangan sementara, lanjut Suharmalik.

“Harapan saya sebagai warga disini agar secepatnya pemerintah menangani abrasi ini, semakin lama akan semakin parah apabila terjadi angin kencang maka air pun langsung menerobos jalan dan itu membuat masyarakat disini was-was melalui jalan itu” Ucap warga setempat, Sahrum. (RP/02)