Hasil Otopsi, Terdapat Lima Luka Tusukan Akibat Dibunuh

oleh

KAPUAS – Untuk mengetahui penyebab kematian Fadli (23) yang ditemukan mengambang di anak Sungai Kapuas oleh warga pada Rabu (21/2/2019). Lima orang tim dokter forensik dari RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, berhasil mengungkap kematiannya.

Dari hasil Otopsi sekitar lima jam, korban meninggal akibat tusukan dan dibuang ke sungai.

Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuliantoro melalui Kapolsek Selat AKP Johari Fitri Casdy mengatakan, “untuk mengungkapkan penyebab kematian terhadap Fadli, pihaknya mendatangkan dokter forensik dari RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. “Kita ingin mengetahui penyebab kematian terhadap korban, makanya kita datangkan tim dokter forensik untuk melakukan otopsi” terangnya. 

“Setelah dilakukan otopsi, terdapat lima luka tusukan benda tajam di bagian tubuhnya serta pukulan benda tumpul pada kepala korban.” tambahnya lagi.

Mantan Kasat Lantas itu mengakui, pihaknya sudah mengumpulkan bukti-bukti kematian korban, dan mulai pemeriksaan saksi. Ia juga mengakui akan mengejar pelaku. “Kita akan kejar pelaku, dan kasus ini dibantu anggota Polres Kapuas” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban pembunuhan Fadli masih berada di Rumah Sakit Umum Kapuas dan pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk dimakamkan.(RP/01)

No More Posts Available.

No more pages to load.