Pupur Basah, Kosmetik Tradisional Khas Masyarakat Pesisir

oleh

Kotawaringin Barat – Bedak dingin atau dalam bahasa dayak disebut “pupur basah” ternyata masih eksis digunakan sejak dahulu hingga sekarang. Adalah Mahliati (55) merupakan salah seorang warga Desa Sabuai, yang hingga saat ini masih membuat Pupur basah, baik untuk dijual atau untuk digunakan sendiri. Mahliati melakukan produksi Pupur Basah secara tradisional di rumahnya yang beralamat di Jalan Said husin Hamzah RT.05 Desa Sebuai. Kamis (28/2/2019).

Pupur Basah dibuat dari bahan alami yaitu kulit batang mangga dan beras. Pupur basah ini memiliki khasiat untuk menghaluskan kulit dan menyamarkan bintik-bintik hitam di wajah. Khasiat ini sangat berguna terutama bagi warga pesisir yang kesehariannya bekerja di lahan sawah dan perkebunan, yang membuat mereka berkutat dengan cuaca panas dan paparan sinar matahari langsung, sehingga membuat kulit mudah kusam. Pupur Basah dapat digunakan oleh segala jenis usia baik laki-laki maupun perempuan, dengan waktu pemakaian yang fleksibel, alias bisa digunakan kapan saja.

Bedak dingin atau Pupur Basah ini biasa dijual per bungkus dan per-kilogram. “1 kg Pupur Basah dijual Rp. 50.000 , untuk bungkus kecil Rp.5.000. ” tutur Mahliati. Pembeli merupakan warga desa dan ada pula pembeli yang sengaja memborong dagangannya untuk dijual kembali ke daerah luar pulau, seperti Jawa. (RP/02)