Ketahui Penyebab Hingga Cara Mengatasi Saraf Kejepit, Kondisi Tekanan pada Saraf

oleh

Jakarta, Borneo24.com Saraf kejepit sebenarnya adalah istilah awam untuk menggambarkan nyeri yang disebabkan oleh tekanan pada saraf. Dalam dunia medis, saraf kejepit sendiri sebenarnya menggambarkan terjadinya kerusakan atau cedera pada saraf. Apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasinya? Apakah bisa sembuh? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf tertekan (atau terkepit) oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon.

Tekanan ini bisa menyebabkan rasa sakit, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot.

Saraf kejepit bukanlah istilah medis yang sebenarnya. Akan tetapi, ini sudah menjadi istilah dalam keseharian.

Penyebab utama saraf kejepit adalah terlalu banyak tekanan, cedera, serta kerusakan pada saraf. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan saraf kejepit:

  • Rheumatoid arthritis, menyebabkan peradangan pada persendian sehingga menekan saraf didekatnya.
  • Penuaan, bertambahnya usia menyebabkan cakram tulang belakang aus dan kehilangan kadar air sehingga mempersempit kanal tulang belakang dan dapat menyebabkan saraf tertekan
  • Cedera, biasanya terjadi akibat olahraga atau kecelakaan yang membuat saraf terjepit.
  • Gerakan berulang, misalnya mengetik dalam waktu lama. Ini bisa menyebabkan pembesaran otot dan ligamen sehingga menekan saraf pada pergelangan tangan.
  • Obesitas, kelebihan berat badan membuat jalur saraf membengkak dan memberi tekanan pada saraf.
  • Kehamilan, berat badan yang bertambah bisa memberi tekanan lebih pada saraf.
  • Diabetes, kadar glukosa yang tinggi bisa merusak saraf.

Perlu Anda ketahui pula bahwa wanita lebih berisiko mengalami carpal tunnel syndrome yang bisa menyebabkan Anda mengalami saraf kejepit pada area tangan

Gejala saraf kejepit

Saraf terjepit bisa terjadi pada beberapa area tubuh, seperti leher, punggung tengah atas, punggung bawah, tangan, siku, pergelangan tangan, bahkan area dada.

Saat mengalami tekanan pada saraf, gejala utama saraf kejepit adalah rasa sakit di sekitar area saraf yang bermasalah. Ada pula kemungkinan Anda mengalami gejala lainnya tanpa ada rasa sakit.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri atau tanda saat mengalami saraf kejepit:

  • Mati rasa pada area dekat saraf
  • Rasa sakit tajam atau terbakar yang menjalar
  • Sensasi kesemutan
  • Kelemahan otot

Gejala sakit pada saraf terjepit disebabkan oleh peradangan atau tekanan di akar saraf. Rasa sakitnya dapat memburuk saat Anda tidur atau mencoba gerakan tertentu.

Maka dari itu, penting agar segera langsung periksa ke dokter apabila rasa sakit semakin memburuk untuk mencegah kerusakan atau komplikasi lebih lanjut pada area tubuh lainnya.

Cara mengatasi saraf kejepit

Mungkin Anda merasa khawatir, apakah bisa sembuh saat mengalami saraf kejepit. Sebagian besar orang yang mengalami kondisi ini sembuh dalam waktu empat hingga enam minggu.

Tak hanya pada kondisi ringan, banyak juga penderita yang pulih sepenuhnya walaupun perlu mendapatkan tindakan operasi pembedahan.

Perawatan yang paling sering direkomendasikan adalah mengistirahatkan secara total area yang terkena. Dokter akan meminta untuk menghentikan aktivitas apa pun agar gejala tidak memburuk.

Berikut adalah perawatan serta pengobatan untuk mengatasi saraf kejepit:

1. Terapi fisik

Ada terapi fisik untuk membantu mengatasi saraf kejepit. Ini berfungsi memperkuat dan meregangkan otot untuk mengurangi tekanan pada saraf. Biasanya, dilakukan bersama dengan fisioterapis atau dokter spesialis rehabilitasi medik jika diperlukan.

Terapis juga biasanya merekomendasikan untuk mengurangi aktivitas berat.

2. Obat-obatan medis

Ada obat saraf kejepit yang mungkin akan diberikan dokter untuk membantu meredakan rasa sakit, seperti:

  • Obat pereda nyeri jenis NSAID
  • Obat antikonvulsan
  • Obat trisiklik
  • Obat amitriptyline untuk mengobati nyeri saraf
  • Suntikan kortikosteroid untuk meminimalisasi rasa sakit dan peradangan

3. Operasi

Apabila saraf kejepit tidak juga membaik setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah perawatan, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi.

Biasanya, operasi akan membantu menghilangkan tekanan pada saraf. Jenis operasi pun bervariasi tergantung pada lokasi saraf kejepit.

Sebagai contoh, mengangkat taji tulang atau bagian dari bantalan cakram yang hernia pada tulang belakang serta memutuskan ligamen karpal (pergelangan tangan). Ini bermanfaat untuk memberikan ruang bagi saraf.

No More Posts Available.

No more pages to load.