Mengenal Penyebab Brain Fog atau Kabut Otak

oleh
Iluistrasi.

Jakarta, Borneo24.comPernahkah Anda tiba-tiba merasa nge-blank saat melakukan aktivitas? Atau mungkin tiba-tiba sulit mengingat suatu kata atau detail yang baru saja terjadi saat Anda terlibat dalam percakapan? Peristiwa ini biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Tetapi jika kondisi tersebut membuat Anda sulit memusatkan perhatian atau menuangkan pikiran Anda ke dalam kata-kata, Anda mungkin mengalami apa yang orang sebut kabut otak atau brain fog.

Otak bergantung pada aliran vitamin dan mineral, asam amino, asam lemak esensial, dan glukosa dari karbohidrat kompleks, selain cukup istirahat dan relaksasi.

Untungnya, kabut otak atau brain fog dianggap sebagai kondisi yang dapat diperbaiki. Berikut penyebab brain fog atau kabut otak yang penting diketahui:

Gejala Brain Fog atau Kabut Otak

Menderita kabut otak atau brain fog pada dasarnya adalah kebalikan dari perasaan berkepala dingin, tenang, optimis dan termotivasi.

Kabut otak dapat dengan mudah merampas inspirasi dan kebahagiaan seseorang, sekaligus meningkatkan kemungkinan gejala kecemasan dan depresi. Para peneliti dari Departemen Fisiologi dan Kedokteran di New York Medical College Valhalla menggambarkan gejala brain fog atau kabut otak sebagai “interaksi faktor fisiologis, kognitif, dan persepsi.”

Kemungkinan kabut otak berakar pada gaya hidup yang mendorong peradangan dan ketidakseimbangan hormone, dan diperburuk oleh stres. Gejala kabut otak biasanya meliputi:

  • energi rendah atau kelelahan (termasuk sindrom kelelahan kronis)
  • sifat lekas marah
  • kesulitan berkonsentrasi
  • sakit kepala
  • pelupa dan kesulitan mengingat informasi
  • motivasi rendah, merasa putus asa atau sedikit depresi
  • kecemasan
  • kebingungan
  • kesulitan tidur sepanjang malam atau insomnia
  • kesulitan berolahraga

Penyebab Brain Fog atau Kabut Otak

Sejumlah faktor dan kondisi kesehatan dapat menyebabkan kabut otak, antara lain:

  • Kurang tidur
  • Tingkat stres meningkat
  • Depresi
  • demensia
  • Perimenopause
  • Pengobatan
  • Kondisi hormonal, seperti gangguan tiroid
  • Kondisi kesehatan kronis, seperti multiple sclerosis
  • Kekurangan nutrisi, seperti kekurangan vitamin B12

Bukan hal yang aneh jika kabut otak atau brain fog disebabkan oleh kombinasi dari dua atau tiga faktor ini karena mereka sering berjalan beriringan.

Misalnya, depresi dapat menyebabkan kurang tidur atau sebaliknya. Demikian pula, stres dapat memengaruhi tidur dan menyebabkan depresi. Perimenopause dapat disertai dengan kurang tidur dan depresi.

Tips dan Trik Mengurangi Brain Fog

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kabut otak:

  • Cukup tidur

Tidur penting bagi otak dan tubuh untuk membersihkan racun tidak sehat yang dapat berkontribusi pada kabut otak.

Cobalah untuk mengikuti jadwal tidur yang tetap dan pastikan tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, atau televisi sebelum tidur.

  • Cobalah hal-hal baru

Jaga pikiran tetap terlibat dengan aktivitas yang merangsang mental dan berusahalah untuk mencoba hal-hal baru.

Misalnya, mengambil rute yang berbeda untuk bekerja, mencoba pendekatan yang berbeda untuk tugas yang dilakukan secara teratur, atau mendengarkan musik yang berbeda. Ini dapat membantu meningkatkan produksi zat kimia otak yang disebut norepinefrin, yang merangsang otak.

  • Hindari multitasking: 

Multitasking dapat menguras energi dan menurunkan produktivitas, terutama jika Anda mencoba melakukan dua aktivitas yang membutuhkan pemikiran sadar. Sebaliknya, cobalah fokus pada satu hal pada satu waktu.

  • Fokuskan perhatian Anda:

Jika Anda terganggu oleh banyak hal atau kehilangan fokus, cobalah untuk memperlambat dan memusatkan semua perhatian pada satu tugas. Kemudian, selesaikan tugas itu, sekecil apa pun.

  • Tetap aktif secara sosial:

Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dapat meningkatkan suasana hati, memori, dan kognisi Anda.

  • Terlibat dalam pemikiran mendalam:

Latih pikiran Anda dengan meluangkan sedikit waktu untuk berpikir mendalam setiap hari. Misalnya, jika Anda telah membaca sebuah artikel, luangkan waktu 10 menit untuk memikirkan isi artikel tersebut.

  • Cobalah meditasi: 

Meditasi dapat membantu mengurangi stres dan merilekskan otak dan tubuh Anda.

  • Berolahraga secara teratur:

Tetap aktif secara fisik dapat meningkatkan kesehatan mental Anda.

No More Posts Available.

No more pages to load.