Mengenal Perbedaan HIV dan AIDS yang Sering Dikira Sama

oleh
HIV Adalah Virus Yang Menyebabkan Melemahnya Sistem Imun Tubuh, Sedangkan AIDS Adalah Kondisi Medis Yang Dipicu Virus Tersebut.

Jakarta, Borneo24.com Sebagian orang masih beranggapan bahwa HIV dan AIDS adalah kondisi yang sama. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Supaya tidak salah kaprah lagi, kenali perbedaan HIV dan AIDS berikut ini.

Human immunodeficiency virus atau HIV adalah virus yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Sesuai namanya, HIV hanya dapat dialami manusia. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan membuatnya tidak mampu bekerja secara efektif sebagaimana mestinya.

Sebenarnya, sistem imun dapat melawan berbagai macam virus yang menyerang tubuh. Sayangnya, daya tahan tubuh kita tidak bisa mengatasi HIV.

Sementara itu, acquired immunodeficiency syndrome atau AIDS adalah kondisi yang merupakan komplikasi dari infeksi virus HIV.

AIDS, yang juga biasa disebut HIV stadium 3, terjadi saat HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem kekebalan tubuh.

AIDS adalah kondisi yang rumit, di mana setiap penderitanya dapat mengalami gejala yang berbeda-beda.

Tahapan HIV menjadi AIDS

1. Infeksi HIV akut

Infeksi HIV akut adalah sebutan untuk fase awal infeksi HIV, di mana penderitanya dapat mengalami gejala-gejala, seperti demam, mudah lelah, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga pembengkakan amandel.

2. Infeksi HIV kronis

Tahapan kedua dari infeksi HIV disebut sebagai infeksi HIV kronis. Sepanjang fase ini, HIV terus berkembang dalam tubuh, tetapi pada tingkat yang sangat rendah.

Bahkan, orang dengan infeksi HIV kronis bisa saja tidak mengalami gejala apa pun terkait HIV.

3. AIDS

Jika HIV tidak diobati atau ditangani dengan baik, virus ini akan terus melemahkan sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi AIDS, yang merupakan fase terakhir dari infeksi HIV.

Apakah HIV/AIDS bisa diobati?

Sejauh ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV ataupun AIDS. Ketika seseorang terinfeksi HIV, virusnya tidak bisa hilang dari tubuh.

Akan tetapi, ada banyak obat yang bisa mengontrol HIV dan mencegah terjadinya komplikasi. Obat-obatan ini dikenal dengan sebutan terapi antiretroviral (ART).

Terlepas dari fase infeksi atau komplikasi yang tengah dialami, setiap orang yang menderita HIV perlu menjalani terapi ini.

Secara umum, terapi ART melibatkan dua atau lebih obat-obatan dari beberapa kelas obat yang berbeda. Pendekatan ini memiliki peluang terbaik untuk menurunkan jumlah virus HIV dalam darah (viral load). (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.