63 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kalbar, Ini Kata KPPAD

oleh

Pontianak,Borneo24– Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah Kalimantan Barat (KPPAD Kalbar) mencatat, selama pandemi virus corona atau Covid-19, atau dalam bulan Maret dan April 2020, terjadi 63 kasus anak di Kalimantan Barat.

Komisioner KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani mengatakan, dari 63 kasus tersebut, masing-masing terjadi 43 kasus di bulan Matet dan 20 kasus di bulan April.

“Memang data di bulan April terjadi penurunan. Semoga kami dapat semakin menekan angka kasus yang berkaitan dengan anak,” kata Nani kepada wartawan, Jumat (08/05/2020).

Secara umum, kasus-kasus yang melibatkan anak meliputi kejahatan seksual, kekerasan fisik, laporan anak hilang, eksploitasi dan anak berhadapan dengan hukum.

“Dari 20 kasus di bulan April, 5 diantaranya kasus lapotan kejahatan seksual,” ucap Nani.
Adapun 20 kasus pengaduan di bulan April, terdiri dari pengaduan langsung 3 kasus dan non pengaduan 17 kasus.

Menurut Nani, selama pandemi Covid-19, pengaduan tersebut diverifikasi melalui sambungan telepon dan panggilan video.

“Karena protokol kami belum bisa penjangkauan ke korban yang ada di kabupaten, saat ini kami masih kontak dengan keluarga melalui telepon. Akan tetapi, pendampingan tetap berjalan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.