Candi Plaosan Wujud Toleransi Beragama Hindu dan Buddha

oleh
Candi Plaosan candi kembar yang dibangun oleh raja keenam dari Kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan.

Jawa Tengah, Borneo24.com Candi Plaosan yang terletak di Desa Wisata Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini ternyata adalah sebuah candi kembar yang dibangun oleh raja keenam dari Kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan.

Disebut candi kembar lantaran terdapat dua candi di dalam kompleks, yang dibangun sang raja sebagai bukti cinta kepada salah satu permaisurinya, Pramudyawardani.

Dilatarbelakangi oleh perbedaan agama, yang mana Rakai Pikatan beragama Hindu, sedangkan Pramudyawardani beragama Buddha, lantas tidak menjadi penghalang, dan justru memperkuat jalinan cinta mereka. Kisah ini pun tergambar jelas di relief-relief yang ada di Candi Plaosan.

Maka tidak heran jika Candi Plaosan ini mengisyaratkan berbagai aspek kehidupan, seperti alam, budaya, toleransi, dan keagamaan.

Candi Plaosan memadukan corak Hindu dan Buddha, sehingga menjadi daya tarik utama wisatawan nusantara hingga mancanegara. Kompleks candi ditumbuhi rerumputan, yang menambah pesonanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana mengembangkan pola perjalanan (travel pattern) ke Candi Plaosan, dimulai dari kawasan Borobudur. Sebagai informasi, jarak dari Candi Plaosan ke Candi Borobudur adalah 48 – 52 kilometer (km) dengan waktu tempuh kira-kira 1 jam 15 menit.

“Nanti akan kami kembangkan travel pattern dari Borobudur. Karena tidak terlalu jauh, umurnya sama, dan juga menampilkan relief-relief menggambarkan kondisi masyarakat kita yang penuh dengan kearifan lokal 1.200 tahun lalu,” kata Sandiaga melalui keterangan resmi yang diterima, Minggu (3/7/2022).

Dengan dikembangkannya travel pattern, ia berharap Candi Plaosan dapat memberikan pengalaman berwisata yang lebih berkualitas bagi wisatawan sesuai dengan tren wisata ke depan yang bersifat personalized, customized, localized, dan smaller in size.

Selain itu juga menjadi alternatif dalam menyikapi permintaan kunjungan wisatawan yang tinggi ke Candi Borobudur. “Jadi kita pastikan 20 juta wisatawan yang datang ke Borobudur ini juga melambung ke Klaten untuk bisa mengunjungi Desa Wisata Bugisan,” tuturnya.

Desa Wisata Bugisan juga punya beragam kuliner yang terbuat dari olahan pepaya yang dihasilkan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.