IPA SPAM dengan Teknologi Nano Filter Hadir di Dumai

oleh
IPA SPAM dengan Teknologi Nano Filter Hadir di Dumai.

Riau, Borneo24.com – Walikota Dumai H. Paisal meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Dumai bantuan Bank Dunia/Nasional Urban Water Supply Project (NUWSP) kapasitas 50 liter per detik, di Kilometer 12 Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.

Saat menininjau IPA SPAM NUWSP Walikota didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau Ichwanul Ihsan dan jajarannya, Asisten II, H Syahrinaldi, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Dumai, Riau Satrya Alamsyah, Torang Manihuruk Supervisor Coordinator PT Yodya Karya-KSO dan jajaran serta undangan lainnya.

Diawali dengan meninjau intake atau bangunan penangkap air di Sungai Dumai Bukit Timah yang berada tidak jauh dari bangunan IPA SPAM NUWSP Kota Dumai.

Secara keseluruhan, proges proyek IPA SPAM NUWSP Kota Dumai sudah mencapai 100 persen dan tinggal flushing atau pembersihan pipa sebelum tersambung ke pipa induk distribusi PDAM Kota Dumai. Setelah itu baru akan diresmikan, dan rencananya IPA tersebut akan diresmikan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.

“Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp36 miliar, dan menjadi proyek SPAM pertama di Indonesia yang menggunakan Nano Filter atau Hollow Fiber Nano Filter (HFNF) untuk pengendalian mutu air minum sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat,” kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Dumai, Riau Satrya Alamsyah dikutip dari halloriau, Minggu (25/07/2021).

Dijelaskannya, karena baru pertama kali diaplikasikan di Indonesia yaitu di Kota Dumai, maka IPA SPAM dengan Nano Filter tersebut akan menjadi pilot projek pengolahan air gambut menjadi air layak minum.

Supervisor Coordinator PT Yodya Karya-KSO Torang Manihuruk menambahkan, total anggaran proyek IPA SPAM NUWSP Rp33 miliar dan addendum 10 persen atau Rp3 miliar. Jadi totalnya sekitar Rp36 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan rumah IPA, IPA, pembelian nano filter dari Belanda, pembangunan jaringan distribusi utama, pembangunan jembatan pipa, tangki penampungan kapasitas 200 kubik, intake atau bangunan penangkap air dan lainnya. Proses penyaringan air menggunakan nano filter sudah otomatis menggunakan sistem komputerisasi untuk menghasilkan output air minum yang berkualitas.

Air yang keluar dari IPA tersebut sangat jernih setelah diukur menggunakan pH meter, pH airnya 6 sampai 7 dan masuk kedalam kategori air layak minum.

Walikota Dumai Paisal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan proyek IPA SPAM NUWSP Kota Dumai.

Terkhusus kepada Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau dan pihak lainnya yang terlibat, sehingga Dumai saat ini punya IPA SPAM dengan Nano filter pertama di Indonesia, yang menghasilkan air berkualitas tinggi.

“Atas nama Pemerintah Kota Dumai dan Masyarakat Dumai, kami sangat bahagia karena proyek pengadaan air minum dapat berjalan dengan baik,”.

Lanjut dia, puluhan tahun harapan masyarakat Dumai untuk mendapatkan air bersih mudah mudahan segera dapat terwujud dengan telah selesainya proyek IPA SPAM NUWSP Kota Dumai.

“Proyek IPA SPAM NUWSP Kota Dumai ini berkapasitas 50 liter per detik untuk 4000 sambungan rumah, dan di 2022 Insya Allah sudah dapat mengalir ke rumah-rumah masyarakat dan nanti akan dilanjutkan dengan program SPAM Durolis kerja sama pemerintah daerah, provinsi dan Pemerintah Pusat, saat ini masih dalam proses,” pungkasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.