Fungsi Lobus Parietal bagi Tubuh Manusia

oleh
Fungsi Lobus Parietal bagi Tubuh Manusia.

Jakarta, Borneo24.com Lobus parietal adalah salah satu dari empat lobus utama korteks serebral pada manusia. Lobus parietal terletak di dekat bagian belakang atas tengkorak, dekat dengan tulang parietal.

Di otak, lobus parietal terletak di belakang lobus frontal, dipisahkan oleh sulkus sentralis. Lobus parietal juga berada di atas lobus temporal dengan sulkus lateral sebagai pemisahnya. Lobus parietal sangat bergantung pada banyak organ tubuh untuk menerima informasi.

Misalnya, kulit dan saraf di kulit memiliki peran penting dalam mendeteksi informasi sensorik dan mengirimkannya ke lobus parietal. Lobus parietal kemudian akan mengirimkan informasi yang diterimanya ke bagian lain di otak untuk diterjemahkan.

Fungsi lobus parietal Dilansir dari Medical News Today, lobus parietal berfungsi sebagai penerjemah utama fungsi sensorik di seluruh tubuh manusia.

Lobus parietal merupakan area sensorik utama. Ini berarti bahwa lobus parietal adalah titik awal pemrosesan sensorik di dalam otak. Selengkapnya, berikut adalah beberapa fungsi lobus parietal:

1. Pemrosesan sensorik

Lobus parietal berhubungan dengan banyak sensasi, termasuk sentuhan, tekanan, rasa sakit, panas, dingin, dan ketegangan. Ini adalah indra somatik yang berasal dari tubuh. Informasi dari indra somatik membantu seseorang membentuk sensasi fisik.

Lobus parietal berfungsi juga bagi kemampuan seseorang untuk menilai ukuran, bentuk, jarak, dan interpretasi simbol, termasuk bahasa tertulis dan lisan.

2. Navigasi dan kontrol

Fungsi lobus parietal yang berikutnya adalah navigasi, pengendalian tubuh, dan memahami orientasi serta arah spasial. Tangan dominan seseorang dapat menentukan sisi lobus parietal yang lebih aktif.

Seseorang yang tidak kidal mungkin memiliki lobus parietal hemisfer kiri yang lebih aktif. Lobus kiri ini cendurung berurusan dengan angka, huruf, dan simbol.

Sementara itu, belahan otak kanan mungkin lebih aktif pada orang dengan tangan kiri dominan. Belahan otak kanan dikaitkan dengan hubungan spasial dan interpretasi gambar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.