Yuk Ikut Try-Out Gratis Ini, 6 Minggu Menuju UTBK-SBMPTN 2021

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta, Borneo24.com – Mengikuti simulasi ujian atau try out tak hanya membantu kamu mengira-ngira berapa skor Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) yang akan kamu dapat, namun juga memetakan materi mana saja yang belum kamu kuasai.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah menetapkan jadwal pelaksanaan tes UTBK 2021 yang dimulai pada 12 April 2021 yang terbagi atas 2 gelombang. Gelombang pertama pada 12-18 April 2021 dan gelombang kedua pada 26 April – 2 Mei 2021.

Untuk membantu calon mahasiswa lebih siap dalam menghadapi ujian, platform edukasi Zenius Education menggelar Try-Out Mingguan gratis yang bisa diikuti setiap hari dalam seminggu dan dimulai pada Maret 2021 ini.

Tak hanya sekadar memberikan soal, Zenius juga memberikan materi ujian lengkap, ada stimulasi waktu pengerjaan seperti ujian UTBK sesungguhnya, IRT Scoring alias penilaian UTBK, serta soal-soal yang diperbarui setiap minggu. Try-out UTBK gratis ini bisa diikuti di aplikasi Zenius dengan masuk ke laman “6 Minggu Menuju #Jago UTBK”.

Kuasai materi UTBK, coba metode “belajar 20 menit”

Metode ‘spaced repetition’ merupakan strategi manajemen waktu yang memungkinkan kamu belajar dalam waktu singkat namun berkualitas alih-alih belajar di sesi 3-4 jam yang panjang.

Zenius menemukan bahwa siswa yang menerapkan metode belajar selama kurang lebih 20 menit selama dua kali sehari selama tiga kali seminggu, memiliki peluang lebih besar untuk lolos UTBK.

Temuan ini juga didukung oleh studi Cornell University yang menemukan bahwa rentang perhatian siswa berkurang setelah belajar selama 15-20 menit.

Artinya, semakin lama siswa belajar di setiap sesi, fokus mereka akan mudah terpecah dan mereka mudah lelah, sehingga efisiensi belajar mereka akan berkurang.

“Periode waktu belajar yang tetap akan membuat siswa untuk melakukan lebih banyak hal dalam periode yang lebih singkat dan dengan tambahan waktu istirahat setelah sesi belajar selama 20 menit, siswa akan dapat menjaga otak mereka tetap segar dan siap untuk menghadapi lebih banyak tantangan dan meningkatkan kemampuan mengingat,” jelas CEO Zenius Rohan Monga.

Sementara itu, Honorary Research Associate dari Universitas Oxford, Paul Kelley, juga menemukan hal serupa dalam penelitiannya tahun 2016.

Dia menemukan bahwa metode belajar ‘spaced repetition’, di mana siswa belajar dalam periode singkat yang intens dan diselingi dengan istirahat selama 10 menit dalam satu sesi pembelajaran selama 60 menit, mampu meningkatkan kinerja mereka.

Mereka bahkan memiliki prestasi lebih baik daripada siswa yang belajar sendiri atau siswa yang mengikuti pembelajaran tradisional di kelas dengan durasi lebih panjang. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.