Warga Sungai Tabuk Martapura Tewas di sambar petir

oleh

Kalimantan Selatan – Saat itu , cuaca ekstrem melanda kawasan Sungai Tabuk. Angin kencang, hujan disertai petir menyambar.

Peristiwa tragis ini berawal pada saat hujan disertai petir, korban dan ayahnya Kamarudin (60 tahun) sedang bekerja di sawah di Handil Buluan, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kalimatan Selatan (Kalsel), Sabtu (20/04/2019).

Karena merasa tidak aman akibat petir yang selalu terjadi, maka keduanya berupaya pulang ke rumah.

Misran, warga Sungai Tabuk bercerita saat petir dan hujan lebat, merasa tidak aman Kamaruddin menghentikan pekerjaan bercocok tanam dan mengajak Madan pulang ke rumah.

Menurut keterangan, pada saat berjalan pulang menuju ke rumah tersebut korban disambar petir. Pada saat disambar petir itu korban memegang parang, nah biasanya petir menyambar logam seperti kuningan dan tembaga yang ada di parang, ucap Misran.

Keterangan Anang Ferry tetangga korban, sebelum disambar petir orangtua korban telah mengingatkan anaknya agar tidak memegang parang, tetapi korban tidak mengindahkan. Korban berjalan di depan dan ayahnya di belakang pada saat kejadian. Topi korban robek, dan parang terlempar, kata Ferry.

Ia mengungkapkan, Madan orangnya baik dan terkenal sopan santun. Padahal rencana setelah panen padi nanti ia akan melamar dan menikahi orang Barabai. “Kami warga di Handil Buluan, Gudang Hirang merasa turut berduka atas meninggalnya Madan ini.

Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya membenarkan adanya korban meninggal dunia akibat disambar petir. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Handil Buluan, Gudang Hirang dan korban sempat dilarikan ke IGD Puskesmas Sungai Tabuk.

Menurut Kapolsek Sungai Tabuk, korban yang beralamat di Jalan Martapura Lama Km 11.500 tersebut akhinrya nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setiba Puskesmas. “Korban dinyatakan telah meninggal dunia setiba di IGD Puskesmas Sungai Tabuk.” (RP/01)