Ini Manfaat Kurikulum Prototipe dalam Eksplorasi Karier

oleh
Ini Manfaat Kurikulum Prototipe dalam Eksplorasi Karier. (Foto: Kemendikbud).

Jakarta, Borneo24com Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memberikan tiga opsi kurikulum mulai tahun 2022 hingga 2024. Salah satu opsi kurikulum tersebut adalah kurikulum prototipe.

Kurikulum prototipe merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).

Kurikulum ini bukan hal yang baru di dunia. Perkembangan dunia harus diikuti, sehingga kurikulum prototipe mengikuti pergeseran paradigma kehidupan.

Memberikan Fasilitas Sesuai Minat
Dalam webinar yang diselenggarakan Prodi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY) dengan narasumber Muya Barida, M.Pd., mengatakan kurikulum prototipe ini memfasilitasi kebebasan dalam belajar, sesuai dengan kebutuhan siswa, sesuai dengan apa yang diinginkan, minat atau yang merasa siswa mampu.

Kurikulum prototipe ini sangat bagus untuk mewujudkan sumber daya manusia yang daya saing tinggi karena siswa itu tidak dituntut untuk mempelajari suatu hal-hal yang banyak, tetapi hanya dangkal.

“Kurikulum ini memberikan fasilitas kepada siswa untuk mempelajari suatu yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya,” ucap dosen Universitas Ahmad Dahlan dari Program Studi Bimbingan Dan Konseling, dikutip dari laman resmi UNY.

Muya mengatakan kebebasan menentukan minat dan keinginan siswa dalam belajar ini baik untuk siswa. Namun, bagi siswa yang mengalami kebingungan dalam menentukan peminatan dikarenakan kurangnya pemahaman, stimulus, pergaulan, belajar, maka diperlukan pemahaman terkait dengan identitas karier.

Membantu Memahami Eksplorasi Karier
Muya menjelaskan bahwa eksplorasi karier bagi siswa merupakan kombinasi dan urutan peran penting yang dimainkan oleh seseorang selama hidupnya.

Dalam teori Super dengan konsepnya Life Span Development: The Career Rainbow dijelaskan bahwa ada 4 tahapan karier yaitu:

1. Tahap umur 0-14 tahun pada tahap growth (pertumbuhan), pada tahap ini anak belum memiliki identitas karier yang kuat, anak baru belajar mengenal beragam karier.

2. Tahap Usia 15-25 exploration (Eksplorasi) , Remaja sudah mencari cari, kecocokan dengan dirinya, sudah muncul komitmen untuk berkarier nantinya.

3. Pada usia 26-45 establishment, sudah menemukan dan berkarier di dalamnya.

4. Pada usia 46-65 maintenance, terus memperbaiki sampai pensiun .

“Pada usia 65 ke atas, withdrawal”, paparnya.

Tahapan perkembangan karier ini yang menentukan bukan hanya dari dalam dirinya sendiri tetapi dari pengaruh lingkungan (pasar kerja), situasi historis social ekonomi, personal determinan.

Muya juga menekankan satu teori karier Holland, bahwa suatu pemilihan pekerjaan atau jabatan merupakan hasil dari interaksi antara faktor keturusan dengan segala pengaruh budaya, teman bergaul, orang tua, dan orang dewasa yang dianggap memiliki peranan penting.

Oleh karena itu, pendidikan perlu mengeksplorasi potensi peseta didik dengan cara melakukan kegiatan inventori minat, mengukur skala psikologi, kuisioner, dan melakukan tes bakat dan tes minat.

“Kurikulum prototipe akan berhasil jika ada penunjangnya. Persiapan bagaimana menyelenggarakan screening, apa yg menjadi potensi mereka, bisa kita kembangkan. Kita tidak bisa serahkan tanggungjawab karier hanya ke siswa, tetapi guru, masyarakat, lingkungan pergaulan,” tuturnya

“Saya optimis kurikulum prototipe, dapat memberikan warna-warna pelangi, yang menyinari masa depan peserta didik kita,” pungkasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.