Hadapi Pemilu Bawaslu Kapuas Bimtek Panwalu 17 Kecamatan

oleh
Kapuas – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penanganan temuan laporan pelanggaran Pemilihan Legislatuf dan Pilpres tahun 2019.
 
Kegiatan Bimtek yang berlangsung di Hotel Walet Jalan A Yani Jumat (8/3/2019) malam dibuka langsung ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Iswahyudi Wibowo didampingi komisioner Bawaslu Hery Galis dan komisioner KPU Mutiara dan peserta dari 3 orang komisioner dan 1 orang sekretariat 17 kecamatan.
 
“Tujuan pelaksanaan Bimtek ini, kita ingin menyamakan persepsi dalam penyelesaian pemilu” terang Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Iswahyudi Wibowo usai Bimtek.
 
Karena itu lanjut Iswahyudi, dibatalkan pemilu 2019 agar berbeda dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), setiap pelaporan yang masuk langsung diperlukan apakah terpenuhi tidak dapat dibatalkan atau tidak.
 
“Untuk meminta persetujuan pemilu 2019 sesuai dengan peraturan Bawaslu no 7 tahun 2018, setiap laporan yang masuk kita proses dan teliti apakah masuk syarat formil dan materil” terangnya.
 
Dia menjelaskan mengenai laporan ini tidak memenuhi persyaratan yang diberikan selama 3 hari bagi pelapor untuk melengkapi laporan tersebut. Kalaupun batas waktu yang diberikan tidak dapat melengkapi persyaratan materil dan formil tidak akan diregister oleh Bawaslu. 
 
Syarat formil ada 3 ketentuan khusus untuk siapa yang melapor, sebagai WNI punya hak pilih pemantau pemilu dan peserta pemilu. Serta batas laporan tidak lebih dari 7 hari ada nama terlapor dan identitas sesuai apakah sama.
 
“Sementara materil uraian acara harus lengkap peristiwa di mana, Dirumah siapa. Kehadiran yang dihadirkan minimal 2 orang dan bukti pendukung berupa rekaman suara, foto dan video” tuturnya.
 
“Rencana kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 10 Maret 2019 dengan Narasumber dari Bawaslu Provinsi, Edy Winarno, mengatur penindakan disetujui” timpal Iswahyudi Wibowo. (RP/02)