Inovasi Pemuda Desa Lagan, Bikin Plafon Unik Dari Anyaman Bambu

oleh

BARITO TIMUR – Jika biasanya plafon rumah atau langit-langit rumah dibuat dengan bahan gypsum, kayu, atau playwood, lain hal nya dengan plafon yang dibuat Dodi Riyanto pemuda tamatan SMK  Negeri asal Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Dodi bersama adiknya Wiono didampingi Ahmad Junadi berhasil menyelesaikan pembuatan plafon satu unit rumah dari bahan bambu tali. Dodi menjelaskan,  bahan untuk membuat plafon rumah juga bermacam-macam, seperti gypsum, kayu, playwood, bambu, dan lain-lain.

Pemilihan bahan-bahan pembuat plafon rumah tersebut tentu saja ada faktor yang menjadi pertimbangannya yaitu kekuatan, berat, kemudahan dalam pemasangan serta keawetan.

“Oleh karenanya  kami berinovasi  memilih pembuatan plafon dari bambu tali  karena keunikannya dalam membuat variasi sesuai permintaan pelanggan” tutur Dodi 

Selain itu, Dodi mengklaim, plafon bambu tentu kekuatan lebih tahan lama ketimbang gypsum atau playwood. Serta untuk wilayah Kabupaten BaritoTimur mungkin masih langka ada ahli bangunan yang bisa mengerjakan plafon yang bahan bakunya dari bambu.  

“Diantara bahan-bahan yang dijadikan untuk plafon rumah akan dapat memunculkan kesan yang berbeda-beda. Walaupun itu semua juga akan dipengaruhi oleh desainnya” kata Dodi.

Dodi menjelaskan, penggunaan anyaman bambu yang dikombinasikan dengan kulitnya sebagai plafon rumah dapat menjadi pilihan bagi masyarakat   yang memang menyukai sesuatu yang berbeda. Kesan unik, tradisional, dan suasana pedesaan atau bahkan seperti suasana bahari merupakan suatu hal yang akan dimunculkannya. 

“Harus dikombinasikan dengan kulit bambunya, karena sebenarnya anyaman bambu bukan hanya dibuat dengan menggunakan kulitnya saja. Akan tetapi untuk estetika maka pilihlah anyaman yang menggunakan campuran atau kombinasi dengan kulit bambu”

Selain menambah estetika, tambah Dodi, tentu akan lebih awet dan kuat sehingga anyaman akan lebih tahan lama. Namun tentu juga akan dipengaruhi oleh bagaimana cara merawatnya

“Untuk mendapatkan ukuran yang pas dengan luas bangunan,  maka sebaiknya yang punya rumah harus membeli yang sesuai dengan luas bidang atau sesuai dengan bentuk bidangnya” ucapnya.

Sementara itu, Ahmad Junadi menjelaskan, untuk mendapatkan plafon anyaman bambu warga masyarakat tentu tidak semudah seperti bahan plafon rumah yang lainnya, karena anyaman bambu hampir tidak dapat ditemui pada toko bangunan.

“Untuk pembuatan plafon dari bahan bambu tali, masyarakat harus membeli harus menghubungi kami pekerja atau perancang desain dan kami siap melayani” jelas Ahmad

Kendala dalam produksi plafon anyaman bambu, lanjut Ahmad, salah satunya pengerjaannya yang masih secara manual. Kita menginginkan adanya uluran pemerintah membantu kami membelikan mesin peraut bambu. 

Ahmad menerangkan, untuk mengembangkan bakat potensi kalangan anak muda desa Lagan, mereka pernah mencoba merancang modifikasi mesin peraut bambu belajar dari internet, namun gagal karena hasilnya tidak sebagus seperti yang dikerjakan secara maual.  

Ahmad berharap adanya bantuan dari Pemerintah daerah untuk membelikan mesin peraut bambu. Jika alat itu ada, maka secara otomatis mereka akan merekrut tenaga kerja khusunya anak muda yang masih menganggur di Desa Lagan.

“Tak hanya itu, untuk mendukung pembuatan plafon dari bambu, kami akan membentuk kelompok tani untuk membudidayakan tanaman bambu tali sebagai bahan baku utama “ucapnya. (RP/02)